Minggu, 30 Oktober 2011

Sejarah si Gigi Biru


Bluetooth adalah spesifikasi industri untuk jaringan kawasan pribadi (personal area networks atau PAN) tanpa kabel. Bluetooth menghubungkan dan dapat dipakai untuk melakukan tukar-menukar informasi di antara peralatan-peralatan. Spesifiksi dari peralatan Bluetooth ini dikembangkan dan didistribusikan oleh kelompok Bluetooth Special Interest Group.
Bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 Ghz dengan menggunakan sebuah frequency hopping traceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real time antara host-host bluetooth dengan jarak terbatas.

Asal nama bluetooth dan lambangnya
Nama bluetooth berasal dari nama raja di akhir abad sepuluh yaitu Harald Blatand yang di negara inggris juga dijuluki Harald Bluetooth, kemungkinan karena memang giginya berwarna gelap. Ia adalah raja Demark yang telah berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya berperang, termasuk suku dari wilayah yang sekarang bernama Norwegia dan Swedia.
Bahkan wilayah Scania di Swedia tempat teknologi bluetooth ini ditemukan, juga termasuk daerah kekuasaannya. kemampuan raja itu sebagai pemersatu juga mirip dengan teknologi bluetooth sekarang yang bisa menghubungkan berbagai peralatan seperti komputer personal dan telepon genggam.

sedangkan logo bluetooth berasal dari penyatuan dua huruf jerman yang analog dengan huruf H dan B (singkatan dari Harald Bluetooth), yaitu (Hagall) dan (Blatand) yang kemudian digabungkan.
Awal mula dari Bluetooth adalah sebagai teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter). Bluetooth berupa card yang menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11 dengan jarak layanan yang terbatas dan kemampuan data transfer lebih rendah dari card untuk Wireless Local Area Network (WLAN).
Pembentukan Bluetooth dipromotori oleh 5 perusahaan besar Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) yang meluncurkan proyek ini. Pada bulan Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan. Pada bulan Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru yaitu 3Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola.
Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang bergabung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Walaupun standar Bluetooth SIG saat ini ‘dimiliki’ oleh grup promotor tetapi ia diharapkan akan menjadi sebuah standar IEEE (802.15)

Kelebihan yang dimiliki oleh sistem Bluetooth adalah:
  • Bluetooth dapat menembus dinding, kotak, dan berbagai rintangan lain walaupun jarak transmisinya hanya sekitar 30 kaki atau 10 meter
  • Bluetooth tidak memerlukan kabel ataupun kawat
  • Bluetooth dapat mensinkronisasi database dari handphone ke komputer
  • Dapat digunakan sebagai perantara modem
  • Di Indonesia, perkembangan bluetooth mengacu pada negara-negara maju dan sudah banyak sekali perangkat yang dilengkapi dengan sistem bluetooth sehingga memudahkan berbagai proses transfer data
Kekurangan dari sistem Bluetooth adalah:
  • Sistem ini menggunakan frekuensi yang sama dengan gelombang LAN standar
  • Apabila dalam suatu ruangan terlalu banyak koneksi Bluetooth yang digunakan, akan menyulitkan pengguna untuk menemukan penerima yang diharapkan
  • Banyak mekanisme keamanan Bluetooth yang harus diperhatikan untuk mencegah kegagalan pengiriman atau penerimaan informasi.
  • Di Indonesia, sudah banyak beredar virus-virus yang disebarkan melalui bluetooth dari handphone

Sabtu, 29 Oktober 2011

Sejarah Talaga

1.1 Awal Berdirinya Kerajaan Talaga
Talaga merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Majalengka yang letaknya tepat berada di kaki Gunung Ciremai. DI daerah ini pernah berdiri sebuah kerajaan besar yang bercorakkan Budhisme dengan nama Kerajaan Talaga. Penamaan Kerajaan Talaga didasarkan pada letak kerajaan yang berdekatan dengan sebuah talaga atau oleh masyarakat setempat disebut situ sangiang.
Di sekitar tempat inilah Kerajaan Talaga pernah berdiri Terbentuknya Kerajaan Talaga diawali dengan berdirinya sebuah padepokan agama Budha (± 1371 M) yang bernama padepokan Sarwastiwada (ajaran Budha Mahayana yang menitik beratkan pada ajaran puji-pujian pada Sidarta Gautama) padepokan ini berada di daerah Gunung Bitung, sebuah daerah yang berada di Desa Wangkelang Kecamatan Cingambul Kab. Majalengka. Padepokan Sarwastiwada dibina oleh Sang Sudayasha, ia adalah salah seorang putra dari Sang Suryadewata yang merupakan keturunan dari Prabu Ajiguna Linggawisesa dan Ratu Uma Lestari dari Kerajaan Galuh.
Dalam perkembangannya padepokan yang dibina oleh Sang Sudayasa ini mengalami kemajuan pesat terlebih lagi ketika Padepokan ini dipimpin oleh putranya bernama Sang Darmasuci. Dengan bertambah pesatnya perkembangan agama Budha di daerah Gunung Bitung menjadikan Sang Darmasuci sebagai seorang raja merangkap sebagai pendeta Budha Sarwastiwada. Sang Darmasuci akhirnya pindah dan mendirikan sebua'a kerajaan kecil bercorak Bhudisme yang ciiher; nap-,a Kerajaan Talaga karena letaknva ditepi sebuah Talaga atau situ (Situ Sangiang Kecamatan Banjaran). Kerajaan Talaga ini masih berada diwilayah kekuasaan Kerajaan Galuh yang pada saat itu dipimpin oleh rajanya Sang Maha Prabu Niskala Wastu Kancana yang masih saudara sano Darmasuci Atas kerjasama dan dukungan Maha Prabu Niskala Wastu Kancana terhadap kerajaan Talaga, maka sebagrai kerajaan van-, bercOrak Budhisme kerajaan ini menjadi pusat penyebaran agama Budha ditatar tanah sunda (Jawa Barat) bahkan dart luar wilayah tatar tanah sundapun banyak orang yang, datang berkunjung ke kerajaan Budha Talaga ini.
1.2 Raja - raja Penguasa Kerajaan Talaga
a. Era Prabu Darmasuci
2
Prabu Darmasuci merupakan raja pertama sekaligus pendiri kerajaan yang dilatar belakangi dengan perkembangan dan kemajuan Padepokan Sarwastiwada yang diwarisi dari ayahandanya Sang Sudayasa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Batara Gunung Bitung.
Pemerintahan Prabu Darmasuci segenerasi dengan Maha Prabu Niskala Wastu Kancana dari Kerajaan Galuh yang sama-sama merupakan cicit dari Prabu Ajiguna Lingga Wisesa. Selama pemerintahannya Prabu Darmasuci berhasil menjadikan Kerajaan Talaga sebagai pusat pengembangan agama Budha ditataran tanah sunda dan bahkan hingga luar pulau Jawa. Prabu Darmasuci berputrakan dua orang yang bernama:
1). Begawan Garasiang
2). Prabu Darmasuci II ( Sunan Talagamanggung )
Begawan Garasiang dikenal sebagal resi guru yang termashur dengan segala perjalanan hidupnya yang tersirat dalam sebuah sempalan cerita bahwa ; Sang Begawan Garasiang berkedudukan di suatu tempat yang tenang dan tidak kembali ke tempat asalnya di Gunung Bitung, patilasannya dapat ditemukan disalah satu bukit di Desa Sangiang yang dikenal dengan nama Bukit Garasiang. Begawan Garasiang mempunyai seorang putri yang bernama Nyi Mayangkaruna.
Prabu Darrnasuci II yang merupakan anak dari Prabu Darmasuci I adalah yang melanjutkan tampuk kepemimpinan Kerajaan Talaga menggantikan ayahandanya Prabu Darmasuci I
b. Era Sunan Talagamanggung (± 1388-1420 M)
Pada masa pemerintahan Prabu Darmasuci II kerajaan Budha T'alaga ini mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam mengembangkan pengaruh pemerintahan dan agama ditatar sunda. Sebutan Talaga Manggung merupakan sebuah pemberian nama kepada Prabu Darmasuci II dengan harapan setelah dinobatkan menjadi raja di Talaga kelak menjadi seorang pemimpin yang manggung yaitu seorang raja yang adil dan bijaksana dalam menjalankan pemerintahannya. Harapan ini menjadi kenyataan terbukti setelah Prabu Darmasuci II dipercaya menjadi raja ke Il di Talaga kerajaan Talaga mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat.
Prabu Darmasuci 11 atau Sunan Talagamanggung mempunyai dua orang anak, seorang putra bernama Raden Panglurah dan seorang putri bernama Simbarkancana.
Raden Panglurah sebenarnya diharapkan kelak menjadi penerus tahta Kerajaan Talaga, akan tetapi dia tidak tertarik dengan urusan pemerintahan dan lebih senang mengikuti jejak cicitnya Sang Sudayasa atau Batara Gunung Bitung untuk menjadi biksu / Pendeta agama Budha.
Sedangkan putrinya Simbarkancana dikenal sebagai puteri yang sangat cantik sehingga banyak raja­raja yang ingin melamar kepadanya. Karena begitu banyaknya orang yang ingin melamarnya sehingga Sunan Talagamanggung mengadakan sayembara dengan berbagai jenis pertandingan selama tiga han berturut-turut yang diantaranya dipertandingkan keterampilan perang tanding sambil menunggang kuda dengan senjata lengkap, perang tanding sejenis namun tidak berada diatas kuda, keterampilan menangkap binatang buas di hutan, dan kemahiran menggunakan panah. Dari sekian banyak peserta yang mengikuti sayembara akhirnya keluar sebagai pemenang seorang kesatria yang bernama Sang Sakyawirya dari tanah Palembang Sumatera, maka iapun lebih dikenal dengan nama Palembanggunung.
Setelah Palembanggunung dinikahkan dengan Simbar Kancana iapun diangkat sebagai patih utama dan bahkan sebagai wakil sang Prabu yang sebenarnya hanya layak diberikan kepada Raden Panglurah. Dalam perjalanannya Palembanggunung mulai memperlihatkan tabiat yang tidak balk dan bahkan mempunyai niat untuk merebut tampuk pimpinan kerajaan. Untuk mewujudkan keinginannya Palembanggunung dengan segala cara dan muslihat berhasil membujuk seorang patih bernama Citrasinga untuk merencanakan merebut tahta kerajaan dari sang raja dengan cara mcrayu seorang juru simpen kerajaan dari Kerajaan Galuh bernama Centangbarang, Centangbarang in] adalah orang yang tahu kelemahan raja yang, dia berhasil menikam raja dari belakang dengan "CIS" yaitu senjata rahasia milik sang raja yang berhasil ia curi, akhirnya Sunan Talagamanggung wafat ditangan si Centangbarang.
Tampuk pemerintahan akhirnya di teruskan oleh Putri Simbarkancana yang merupakan putera mahkota kerajaan, hal ini dikarenakan Raden Panglurah tidak bersedia untuk meneruskan tahta kerajaan dan lebih memilih untuk menjadi Bhiksu di kawasan Gunung Bitung,
c. Era Ratu Simbarkancana (± 1420 - 1450 M)
Sepenirrggal ayahandanya Simbarkancana dinobatkan sebagai penerus tahta kerajaan. Pada pemerintahan Simharkancana mengalami pemindahan pusat pemerintahan dari Sangiang ke Walangsuji yaitu Desa Kagok Kecamatan Banjaran sekarang yang menjadi tempat baru bagi Simbar Kancana dalam menata dan menjalankan roda pemerintahannya.
Terkait dengan wafatnya Sunan Talagamanggung, akhirnya setelah berhasil menikam Sunan Talagamanggung Centangbarang kabur dan bersembunyi dihutan untuk menghindari kejaran prajurit kerajaan yang diperintahkan oleh Palembang Gunung yang tidak lain merupakan otak dibalik semua konspirasi perebutan kekuasaan mi. Wafatnya Sunan Talagamanggung membuat terkejut para raja di tanah Jawa dan Sumatera yang akhirnya mengutus utusannya untuk menyatakan belasungkawa. Suasana duka juga menyelimuti keraton Surawisesa di kawali yang merupakan ibu kota kerajaan Galuh. Sang Prabu Dewa Niskala mengutus Puteranya Sang Kusumalaya untuk mengusut Centang barang dan orang dibalik konspirasinya.
Sang Kusumalaya akhirnya dapat menemukan Centangbarang dari persembunyiannya dan mendapat pengakuan akan semua yang terjadi dan dalang dibalik peristiwa int. Sang Kusumalaya akhirnya menemui Simbarkancana secara diam-diam di keputren dan mengungkapkan semua akal licik yang tidak lain adalah suarni dari Simharkancana, Simbarkancana sempat marah kepada Kusumalaya dengan tersinggung dengan disebutkannya dalam konspirasi yang menjadikan wafatnva Sunan Talagamanggung, akan tetapi sang Kusurnalava herhasil meyakinkan Simbarkancana dengan mempcrtenIukan Simbarkancana dengan Centan,baranu dit cmpat persembunyianya ditengah hutan.
Pada suatu liar) setelah Simbarkancana mengetahui bahwa otak dibalik wafatnva Sunan Talagamanggung adalah Palembanggunun, suaminva maka pada suatu ketika saat Palembanggunung tertidur pulas dipangkuannya Simbarkancana menusukan Konde (Patrem) tiga kali tepat ditenggorokan sehingga Palembanggunung tewas seketika di pangkuan Simbarkancana.
Sepeninggal Palembanggunung roda pemerintahan berjalan secara aman dan tidak pernah terjadi lagi kekacauan dan perampokan yang ternyata semua itu didalangi oleh Palembanggunung. Tidak lama setelah meninggalnya Palembanggunung Kerajaan Galuh mengirim utusan untuk melamar Simbarkancana yang akhirnya menikah dengan Kusumalaya di keraton kerajaan Talaga Manggung dengan disaksikan para punggawa dan raja-raja sahabat pulau Jawa dan Sumatera. Dari pernikahannya itu Ratu Simbar Kancana dikaruniai tujuh orang anak, yaitu :
1. Sunan Bungbulang
2. Sunan Tegal Cau
3. Sunan Jero Kaso
4. Sunan Kuntul Putih
5. Sunan Cengal
6. Sunan Cihaur
7. Sunan Parung (Sunan Corenda)
Dari kesekian puteranya kelak Sunan Parung yang akan melanjutkan tahta Kerajaan Talaga. Ratu Simbar Kancana hidup sejaman dengan Sribaduga Maha Raja atau Prabu Siliwangi yang merupakan kakak se ayah dart Sang Kusumalaya yang merupakan suami kedua dart Ratu Simbar Kancana
d. Era Sunan Parung (± 1450 - 1500 M)
Pemerintahan kerajaan di era kekuasaan Sunan Parung mengalami dinamika tersendiri karena pada waktu itu pengaruh agama Islam mulai mempengaruhi tatanan kehidupan dan pemerintahan di wilayaah kerajaan Talaga. Dengan masuknya pengaruh Islam mempengaruhi regenerasi kekuasaan yang tadinya tahta diturunkan secara turun temurun. Dengan ini semua kebiasaan itu berubah dan dalam menjalankan pemerintahanya harus berkiblat ke Cirebon sebagai pusat pemerintahan Islam.
Sunan Parung mempunyai seorang anak dari permaisurinya, oleh masyarakat di wilayah Talaga dikenal dengan sebutan Sunyalarang atau Ratu Parung, beliau dinikahi oleh Ranggamantri alias Parunggangsa yaitu keturunan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran.
e. Era Ratu Parung Sunyalarang (± 1500 - 1550 M)
Setelah Sunan Parung meninggal dunia, tahta kerajaan dilanjutkan oleh puterinya Ratu Parung Sunyalarang yang dibantu oleh suaminya Raden Ranggamantri atau Parunggangsa. Pada masa pemerintahannya di Kerajaan Talaga terjadi proses islamisasi yang dilakukan oleh penguasa kerajaan setelah secara resmi menyatakan masuk Islam kepada Sunan Gunung Jati Cirebon. Dengan peristiwa ini maka Sunan Gunung Jati mertihcrikan gelar Pucuk Umun kepada Raden Ranggamantri yang begitu g~igih menyebarkan agama Islam di Talaga.
Buah Perkawinan Ratu Sunyalarang denoan Raden Ranggamantri mendapatkan keturunan yang diantaranya:
1. Haur Kuning (menurunkan para bupati ciamis)
2. Sunan Wanaperih
3. Dalem Lumaju (maja)
4. Dalem Umbuluar Santoan Singandaru
5. Dalem Panungtun ( Girl lawungan 6. Dalem Panaekan
f. Era Sunan Wanaperih (± 1550 - 1590 M)
Setelah Rd. Ran-g, _g, a Mantri atau Sunan Parunggangsa meninggal, beliau dimakamkan di dekat situ Sangiang dan tahta kerajaan dipegang oleh Putera keduanya Arya kikis (Sunan Wana Perih). Masa pemerintahan Sunan Wana Penh seangkatan dengan kepemimpinan Prabu Sunda Padjajaran, Ratu Carita.
Pada masa Wana Perih menjadi penguasa Talaga seluruh rakyat Talaga Sudah menganut Islam dengan berkiblat pada madzab imam Syafi'i. Sementara itu hubungan dengan Cirebon terus diperkuat dengan pernikahan salah seorang dari putera Sunan Wana Perih dengan Sayyid Ibrahim. Adapun keturunan sunan Wanaperih kemudian menyebar ke berbagal daerah di Jawa barat dan bahkan menjadi cikal bakal beberapa kabupaten di Jawa barat, diantaranya di Subang, Sumedang dan Cianjur. Sunan Wana Perih mempunyai anak diantaranya :
1) Dalem Kulanata
2) Dalem Cageur ( Darma ) Makam Ratu Parung Sunvalareng, Cikiray Talagawetan Kecamatan Talaga
3) Raden Apun Surawijaya ( Sunan Kidul ) 4. Ratu Radeya
4) Ratu Puteri
5) Dalem Aria Wangsagoparana, Sagalaheran­g
Dalam sejarah Jawa Barat telah disebutkan bahwa Aria Wangsa Goparana berasal dari Talaga yang berpindah ke Sagalaherang Subang dan salah satu puteranya yang bernama Raden Aria Wiratanudatar berpindah ke daerah Cikundul di Cianjur yang akhirnya menurunkan bupati bupati dan pendiri kota Cianjur sekarang.
g. Era Pemerintahan Pangeran Apun Surawijaya. (1590- 1635 M)
Sepeninggal Raden Aria Kikis atau Sunan Wanaperih tampuk pemerintahan dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Pangeran Apun Surawijaya walaupun sebenarnya masih ada putera tertua Sunan Wana perih yaitu Dalem Kulanata, keterangan diatas menimbulkan penafsiran bahwa di kerajaan Talaga setelah Islamisasi terjadi pertentangan politik diantara keluarga kerajaan. Pan-eran Apun Surawijaya adalah pendiri Kota Talaga dikenal juga dengan sebutan Sunan Kidul, karena beliau memindahkan pusat pemerintahanya ke sebelah selatan dari keraton Walangsuji tepatnya di Tanah Kagok yang sekaran, ada di sebelah Selatan Kota Kecamatan Talaga. Pangeran Apun Surawijaya mempunyai empat orang putra, _yaitu :
1) Dalem Salawangi ( Salawangi )
2) Sunan Cibalagung ( Cianjur )
3) Pangeran Surawijaya ( Sunan Ciburuy )
4) Dalem Tuhu ( Sunan Ciparanje )
h. Era Pangeran Surawijaya (± 1635 - 1675 M)
Pangeran Surawijaya yang lebih dikenal dengan Sunan Ciburuy menggantikan sang ayah Pangeran Apun Surawijaya melanjutkan tampuk pemerintahan dan terus membangun Talaga oleh para keturunannya dari generasi kegenerasi sampai akhirnya ± 1819 M pada masa Bupati Aria Sacanata, Pemerintahan Flindia Belanda mengharuskan Ibu kota Talaga pindah ke Sindangkasih.
1.3 Upaya Pelestarian Sejarah Kerajaan Talaga Manggung
1. Museum Talaga Manggung
Makam Pangeranm Apun Surawijaya, Lemahabang Desa Cikeusal
Kecamatan Talaga.
Museum Talaga Manggung, terlctak di tengah Ibu Kota Kecamatan Talaga Sebagai salahsatu upaya dalam melestarikan peninggalan sejarah Kerajaan Talaga Manggung dimuseum in] tersimpan barang - barang pusaka yang menjadi bukti akan keberadaan Kerajaan Talagamanggung. Awal mula dibangunnya sebuah museum yang terletak dl tengah Ibu Kota Kecamatan Talaga dengan di awali pembuatan sebuah bangunan yang disebut "Bumi Alit" diperkirakan dibangun pada jaman Pangeran Sumanagara sekitar tahun 1820 setelah pemerintahan Kabupaten Talaga dipindahkan ke Sindangkasih oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1819. Pada saat itu pemerintahan Talaga dipimpin oleh Pangeran Aria Sacanata.
Sejak saat itulah penerus atau para keturunan Raja - raja Talaga dikenal dengan sebutan Keprabonan Talaga atau Tokoh Sesepuh Talaga. Sebagai pemegang Keprabonan pasca pemerintahan Pangeran Aria Sacanata diteruskan oleh :
  1. Pangeran Sumanagara th. 1820
  2. Ny. Rd. Anggrek th.1840
  3. Rd. Nata Kusumah th.1865
  4. Rd. H. Gozali Nata Diputra th.1895
  5. Ny. Rd. Masri'ah / Rd. A. Kartadilaga th.1925
  6. Ny. Rd. Madinah th.1970
  7. Rd. Moh. Samsudin th.199 3
  8. Ny. Rd. H. Suhaebah th. 2000
Dalam upaya melestarikan dan menitik beratkan pada keamanan barang peninggalan sejarah Kerajaan Talagamanggung dari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Keprabonan Talaga memohon perhatian Pemerintah Daerah Majalengka demi upaya tersebut diatas. Sebagai tindak lanjut dari upaya tersebut Keprabonan Talaga pada tahun 1991 membentuk sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Talagamanggung, yang didalamnya terdiri dari para keturunan raja Talaga dan berbagai pihak yang memiliki kesamaan visi untuk melestarikan peninggalan sejarah Kerajaan Talagamanggung.
Pada tahun 1993 atas permohonan Yayasan Talagamanggung, Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka merealisasikan pernugaran Bumi Alit menjadi sebuah Museum yang diberi nama Museum Talagamanggung. Yang selanjutnya dimuseum ini tersimpan barang peninggalan Kerajaan Talagamanggung.

2. Prosesi Upacara Adat Nyiramkeun
  1. Nyiramkeun
Nyiramkeun adalah sebuah tradisi yang dilakukan secara turun temurun yang selalu dilaksanakan pada Hari Senin Tanggal Belasan Akhir Bulan Syafar. Adapun kata Nyiramkeun berasal dari bahasa sunda dengan kata asal "Siram" yang berarti memandikan. Adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh Keprabonan Talaga secara turun temurun dengan tujuan untuk melestarikan barang peninggalan Kerajaan Talagamanggung.
Disamping itu tujuan diselenggarakannya upacara Nyiramkeun sebagai ajang silaturrahmi antar sesama keturunan Kerajaan Talagamanggung, dan sebagai bentuk penghormatan terhadap orang tua terdahulu yang mewariskan peninggalan - peninggalannya.
Dalam melaksanakan upacara Nyiramkeun ada bagian - bagian prosesi acara yang tidak boleh ditambah atau dikurangi, yang diantaranya adalah : Pengambilan air dari 7 mata air yang sudah ditentukan, diantaranya : Mata air Gunung Bitung, mata air Situ Sangiang, mata air dari Cikiray, mata air dan Wana Perih, mata air dad Lemahabang, mata air dan regasari dan mata air dari Cicamas.
  1. Sesaji, yang biasa disiapkan setiap akan melaksanakan 3 prosesi upacara Nyiramkeun, satu untuk sesaji pada prosesi nyiramkeun Arca Raden Panglurah, satu untuk prosesi Nyirarnkeun Arca Ratu Simbarkancana dan satu lagi untuk prosesi Nyiramken baran- barang pusaka.
  2. Bunga Setaman dan Wewangian ju`~a merupakan salah satu syarat yang harus disiapkan dalam Prosesi pencucian barang pusaka yang mempunyai fungsi untuk memudahkan dalam pencucian barang pusaka dan sehingga wanginya pun bisa bertahan lama.
Adapun hal-hal baru yang berkaitan dengan upacara Nyiramkeun juga dilaksanakan, Kirab Barang Pusaka nrcngclilingi kota Talaga sebagai wujud rasa memiliki masyarakat terhada keberadaan sejarah Kerajaan Talagamanggung. selain Kirab Barang Pusaka juga dimeriahkan pula oleh pementasan seni budaya yang merupakan aset kesenian daerah yang terdapat di wilayah Talaga.sejarah talaga

Sabtu, 15 Oktober 2011

Membangun Generasi Muda Muslim Yang Berkarakter


MEMBANGUN GENERASI MUDA MUSLIM YANG BERKARAKTER

Manusia menurut Ibn Khaldun adalah berbeda dengan berbagai Makhluk lainnya. Ia adalah makhluk berfikir yang mampu melahirkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Lewat kemampuan berfikirnya, manusia membangun kehidupan dan mencari makna hidup. Proses-proses ini kemudian melahirkan peradaban Manusia.
Dari pemaparan ini dapat disimpulkan bahwa manusia seharusnya memiliki ghirah untuk selalu melakukan hal yang terbaik, karena manusia telah diberikan anugerah yang tidak dimiliki oleh seluruh Makhluk-NYA berupa Akal untuk berfikir. Begitu juga pemuda, yang merupakan unsur dari kehidupan suatu bangsa, ketika pemuda suatu bangsa maju maka maju pulalah bangasa tersebut dan ketika pemuda suatu bangsa hancur maka akan hancur pulalah bangsa tersebut.
Pemuda, adalah sosok pemberani yang senantiasa menjadi catatan bagi keberhasilan. Kenapa? Karena Nabi Muhammad adalah seorang Pemuda Gagah berani yang senantiasa memimpin pengikutnya, Ali bin Abi Thalib seorang pemuda yang mendapatkan gelar Karamallahu Wajhah karena kearifannya dan Kealimannya. Hamzah bin Abi Thalib yang mendapatkan gelar Asadullah karena keberanianannya menolong Rosulullah ketika perang hingga menyebabkan ia gugur dan menjadi seorang Syuhada. Karena dua pemuda jugalah yaitu bung Karno dan Bung Hatta Negara tercinta kita bisa terlepas dari penjajahan yang terlampau lama.
Oleh karena itu peran pemuda sangatlah penting dalam dunia ini. Pemuda seperti apakah yang dimaksud? Tentunya pemuda yang berkarakter yang akan mampu membawa lingkungan dan bangsanya kearah tujuan yang lebih baik. Karakekter yang baik yang harus dimiliki seorang pemuda muslim diantaranya adalah memiliki etika (Akhlak), karena dalam islam akhlak memperoleh sorotan dan kedudukan yang khusus, Ia merupakan inti ajaran Islam. Akhlak terhadap islam mencakup sikap terhadap diri sendiri, alam semesta dan Pencipta yaitu Allah SWT.
Selain Akhlak, seorang pemuda akan tampak memiliki karakter baik setelah ia mengetahui Fungsi dirinya terhadap pribabadi, Masyarakat, alam, dan Penciptanya yaitu Allah.
1.      Fungsi Manusia terhadap diri pribadi
Muhammad Syamsuddin dalam bukunya yang berjudul manusia mengutip perkataan Azhar Basyir yangmenjelaskan bahwa, ada tiga unsur yang harus diperhatikan berkaitan dengan fungsi manusia terhadap dirinya sendir yaitu, perasaan, akal dan jasmani. Penekanan ketiga Unsur ini harus seimbang, Perasaan jika lebih Diutamakan dari pada unsur yang lain maka kan menyebabkan seluruh hidupnya serba spiritual. Dan jika akal yang lebih sering diguakan dari unsur yang lain, maka seluruh hidupnya akan bersifat rasional, sedangkan jika jasmani yang yang penggunaannya lebih besar maka akan menyebabkan seluruh hidup serba material dan positivistik.
Oleh karena itu, ketiga unsur ini harus dipergunakan secara seimbang, karena dengan atkeseimbangan semuanya akan berjalan secra kesinambungan.
2.      Fungsi manusia terhadap Masyarakat
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwasanya Allah telah berfirman yang artinya, “Tolong menolonglah kalian dalam hal kebaikan...”, dari Firman Allah tersebut dapat dikatakan bahwasanya Manusia tidak dapat hidup seorang diri, artinya satu sama lain saling memiliki ketergantungan. Oleh karena itu kita harus mengetahui Fungsi diri kita untuk masyarakat agar bisa memperdalam masalah persoalan kantor ini.
3.      Fungsi Manusia Terhadap Alam
Kebudayaan pada dasarnya berkembang sebagai usaha manusia mengambil manfaat dari apa yang ada dalam alam semesta (Muhammad Syamsuddin, Musa Asy’arie, 1991:145-146). Pada dasarnya manusia selalu membutuhkan bahan-bahan dari alam,  sekaligus mempunyai relasi fungsional terhadap alam dan lingkungan (Muhammad Syamsuddin, Azhar Basyir, 1982:15-16), hal ini sejalin dengan firman Allah yang terdapat dalam Quran Surat Al- Jatsiyah:13 yang artinya, “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.
4.      Fugsi Manusia terhadap Allah
Sistem Ibadah yaitu mengandaikan suatu pertanggung jawaban bagi setiap individu manusia kepada Allah ataupun sesama manusia (Muhammad Syamsuddin, Azhar Basyir, 1994:26-27). Artinya kehadiran manusia di dunia, praksisnya mempunyai muatan etik normatif yang berkaitan langsung dengan sang pencipta dan tempat dimana ia hidup.
Selain etika, dan pemahaman mengenai fungsi dirinya, pemuda juga harus memahami seberapa besar ia menjadikan Islam sebagai pondasi dalam tiap langkah kehidupannya.
Jika kita tinjau secara singkat mengenai ancaman-ancaman yang dihadapi manusia dewasa ini, dan menunjukan betapa relevan dan perlunya islam bagi Ummat manusia di masa sekarang ini. Marilah kita simpulkan tinjauan tersebut yang membuatnya semakin diperlukan oleh manusia modern untuk mencari keselamatan melalui ideologi ini.
Pertama, haruslah difahami benar-benar bahwa islam semata-mata bukanlah suatu visi ideologis. Ia adalah suatu sistem kehidupan yang praktis yang menghargai sepenuhnya kebutuhan-kebetuhan manusia dan mencoba merealisir kebutuhan-kebutuhan tersebut.
Kedua, dalam mencoba memenuhi tuntutantuntutan asli manusia, islam menciptakan keseimbangan yang sempurna diantara seluruh bidang kehidupan, ia memulai dengan menciptakan keseimbangan antara tuntutan-tuntutan tubuh dan ruh pada diri individu, antara akal dan intuisinya. Dan tidak sekali-kali membiarkan yang satu lebih berkuasa dari yang lain.
Jadi, islam menciptakan keseimbangan antara segi-segi yang berbeda dalam masyarakat dan antara berbagai segi eksistensi manusia yang spiritual dan material.  Selain itu, Menurut Khurshid Ahmad bahwasanya Untuk menjadi seorang Muslim Yang sejati Diperlukan tiga hal yaitu, Kepercayaan, perbuatan dan kesadaran.
Kepercayaan yang dimaksud adalah Kepercayaan Kepada Allah dan Rosul-NYA,  perbuatan yang sesuai dengan kepercayaan tersebut dan kesadaran akan hubungan dengan Allah sebagai buah dari perbuatan dan kepatuhan.
Kepercayaan berati kita mengimani bahwa Allah SWT sajalah Tuhan yang patut disembah, dan Muhammad SAW adalah Rosul-NYA yang garus senantiasa kita jadikan sebagai panutan.
Perbuatan, adalah manifestasi kehiduan yang sebenarnya yang mencerminkan seberapa jauh kita telah menjadi hamba Allah yang sejati.
Sedangkan kesadaran adalah hubungan kita dengan Allah dalam suatu segi spiritual yang dalam bahasa arab disebut sebagai Ihsan yaitu dalam terapan baeribadah kita harus yakin segala sesuatu yang kita lakukan dilihat oleh Allah, sehingga segala sesuatu yang akan kita lakukan selalu berdasarkan kepada ALLAH.
Setelah pemuda memiliki akhlak/etika yang baik, mengetahui fungsi drinya sebagai manusia dan menanamkannya dalam jiwa serta memahami fungsi islam dengan benar mak ia akan gterbentuk menjadi seorang pemuda yang berkarakter.
 Simpulan yang dapat diambil, pembentukan pemuda berkarakter adalah dengan cara:
1.      Memupuk agar terbentuk akhlak yang baik
2.      Memahami Fungsi diri dalam kehidupan di dunia dan Akhirat
3.      Memahami Islam secara Universal
4.      Menjadikan seluruh diri dan kemampuan sebagai bentuk pengabdian kepada Agama, dan lingkungan sekitar.